Tembok pembatas perlintasan kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur, yang kerap bolong, kini telah diperbaiki. Lubang-lubang yang sebelumnya digunakan warga untuk akses ilegal, khususnya untuk aktivitas prostitusi, telah ditutup menggunakan besi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi aktivitas ilegal di sekitar Stasiun Jatinegara.
Meskipun perbaikan telah dilakukan, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Warga sekitar masih menemukan cara untuk melewati pembatas, meskipun kini lebih sulit.
Penutupan Tembok Pembatas dan Upaya Pengurangan Prostitusi
Dudung, seorang pedagang di sekitar Stasiun Jatinegara, mengungkapkan bahwa tembok pembatas sebelumnya memang sering dijebol warga untuk akses masuk ke area rel kereta. Area ini, sayangnya, kerap digunakan untuk praktik prostitusi.
Meskipun penutupan dengan besi telah dilakukan, Dudung mengaku praktik prostitusi masih berlangsung, namun dalam skala yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan masih ada warga yang nekat memanjat atau kembali menjebol tembok.
Petugas keamanan kini lebih sering melakukan patroli di sekitar area tersebut. Hal ini turut berkontribusi pada pengurangan aktivitas prostitusi.
Efektivitas Penutupan dan Tantangan yang Tersisa
Mujiono, seorang tukang ojek yang mangkal di sekitar stasiun, mengamini pernyataan Dudung. Ia melihat penutupan lubang dengan besi cukup efektif dalam mengurangi aktivitas prostitusi.
Namun, ia juga menyoroti kreativitas warga yang masih berusaha menemukan celah. Beberapa lubang kecil masih tersisa dan beberapa warga masih nekat memanjat tembok.
Mujiono berharap agar semua lubang, sekecil apapun, segera ditutup untuk mencegah akses ilegal ke area perlintasan kereta api.
Kondisi Terkini dan Upaya Pencegahan Ke Depan
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar tembok pembatas telah ditutup dengan besi berukuran besar. Namun, beberapa lubang kecil masih terlihat.
Lubang-lubang kecil ini diduga sengaja dibuat warga untuk menyeberang rel kereta api secara ilegal. Selain penutupan tembok, pihak terkait juga memasang tulisan peringatan bahaya di sekitar area tersebut.
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menutup seluruh lubang yang masih ada, sekecil apapun. Peningkatan pengawasan dan patroli rutin juga penting untuk mencegah upaya perusakan tembok kembali terjadi.
Selain itu, perlu adanya upaya edukasi kepada warga sekitar mengenai bahaya memasuki area perlintasan kereta api. Menawarkan alternatif akses yang aman dan nyaman juga dapat menjadi solusi jangka panjang.
Dengan kombinasi penutupan yang menyeluruh, pengawasan ketat, dan edukasi kepada masyarakat, diharapkan aktivitas ilegal di sekitar Stasiun Jatinegara dapat ditekan secara signifikan dan keselamatan warga terjamin.
Keberhasilan upaya ini tidak hanya bergantung pada pihak berwenang, tetapi juga kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sekitar. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib di sekitar perlintasan kereta api.





