Renovasi 100 Sekolah Rakyat: Pekerja Berjuang 24 Jam Nonstop

Renovasi 100 Sekolah Rakyat: Pekerja Berjuang 24 Jam Nonstop
Sumber: Suara.com

Sekolah Rakyat (SR), program rintisan pendidikan yang digagas pemerintah, siap menyambut para siswanya. Mayoritas dari 100 bangunan SR tahap pertama di seluruh Indonesia telah rampung direnovasi dan siap digunakan pada tanggal 14 Juli 2025 mendatang. Kecepatan renovasi ini patut diapresiasi, mengingat waktu pengerjaan yang relatif singkat.

Proses renovasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran dari Kementerian Keuangan, menunjukkan efisiensi dan kerjasama antar kementerian dalam mewujudkan program pendidikan ini. Kesiapan gedung-gedung sekolah tersebut menandai langkah maju signifikan dalam mewujudkan akses pendidikan yang lebih merata.

Renovasi Kilat Sekolah Rakyat: Kerja Keras 24 Jam Nonstop

Proses renovasi Sekolah Rakyat terbilang cepat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan bahwa rata-rata renovasi selesai dalam dua bulan.

Kecepatan ini tercapai berkat pengerahan tenaga kerja yang signifikan. Lebih dari 100 pekerja dikerahkan untuk bekerja selama 24 jam setiap harinya di setiap lokasi.

“Yang bekerja di sana itu rata-rata 24 jam. Jadi kerjanya di sini ini ada 100 lebih pekerja selama 24 jam dengan waktu sekitar 2 bulan,” ujar Gus Ipul usai meninjau salah satu lokasi renovasi di Sentra Handayani, Jakarta.

Skala Renovasi dan Anggaran yang Digunakan

Kementerian PU menjelaskan bahwa renovasi yang dilakukan bersifat ringan hingga sedang. Hal ini yang memungkinkan penyelesaian proyek dalam waktu singkat.

Untuk 100 titik Sekolah Rakyat, Kementerian PU mengerahkan sekitar seribu pekerja. Anggaran yang telah dialokasikan mencapai kisaran Rp1,1-1,2 triliun.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan, “Ini hanya renovasi ringan dengan sedang, aman sih. Yang berat itu nanti pada saat kita masuk pembangunan Sekolah Rakyat sebenarnya.”

Kesiapan Sekolah dan Tahapan Pelaksanaan

Secara keseluruhan, kesiapan 100 bangunan tahap pertama Sekolah Rakyat telah mencapai 83 persen. Proses yang memakan waktu lebih lama adalah penyediaan perabot.

Pembuatan perabot dilakukan secara khusus (custom) karena kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda. Meskipun demikian, sebagian besar perabot telah lolos seleksi dan dalam tahap pembuatan.

Pembelajaran di Sekolah Rakyat tahap 1A akan dimulai pada 14 Juli 2025 di 63 titik sekolah yang siap. Sisanya, 37 titik sekolah, akan beroperasi di tahap 1B pada Agustus-September 2025.

Total, 100 titik Sekolah Rakyat akan beroperasi di tahun 2025. Program ini membutuhkan tenaga kependidikan sebanyak 4.944 orang, termasuk 100 kepala sekolah dan 1.514 guru umum dan guru agama.

Pelaksanaan program Sekolah Rakyat ini menunjukan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di Indonesia. Kecepatan renovasi dan kesiapan infrastruktur yang relatif cepat menunjukkan koordinasi dan kerja keras dari berbagai pihak yang terlibat. Keberhasilan program ini tentunya bergantung pula pada kualitas pendidikan yang diberikan dan kesinambungan program di masa mendatang. Semoga Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *