Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan dua hari ke Rusia. Kunjungan ini, yang berpusat di St. Petersburg, meninggalkan kesan mendalam bagi Presiden Vladimir Putin. Agenda Prabowo meliputi pertemuan penting dengan Putin, peletakan karangan bunga di Makam Pahlawan, dan menjadi pembicara di St Petersburg International Economic Forum 2025.
Pertemuan puncak antara Prabowo dan Putin berlangsung di Istana Constantine, atau Konstantinovsky. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab. Kedua pemimpin negara tampak menikmati diskusi mereka.
Putin Sambut Prabowo dengan Hangat di Istana Constantine
Presiden Putin secara langsung mengungkapkan rasa senangnya menyambut Prabowo di St. Petersburg. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan berlangsung di salah satu ruangan megah Istana Constantine.
Putin juga mengenang pertemuan sebelumnya dengan Prabowo di Moskow, sebelum pelantikan Prabowo sebagai Presiden RI. Hal ini menunjukkan hubungan baik yang telah terjalin antara kedua pemimpin.
Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan khusus dari Putin dan atas kehadiran utusan Rusia di pelantikannya. Ia juga menghargai sambutan hangat yang diberikan kepada dirinya dan delegasi.
Dukungan Putin untuk Keanggotaan Indonesia di BRICS
Puncak pertemuan tersebut ditandai dengan dukungan penuh Presiden Putin terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Putin berharap Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan bagi organisasi ekonomi tersebut.
BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab, akan mendapatkan anggota baru yang berpengaruh. Keanggotaan Indonesia diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi global.
Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan cepat Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk hadir di KTT BRICS 2025 di Kazan, namun hal itu bertepatan dengan pelantikan Kabinet Merah Putih.
Hubungan Erat RI-Rusia dan Kerja Sama Bilateral
Presiden Prabowo menekankan sejarah panjang hubungan diplomatik Indonesia-Rusia yang telah berlangsung selama 75 tahun. Ia mengingat bantuan signifikan yang diberikan Rusia kepada Indonesia saat masih dalam keadaan miskin, tanpa menuntut pengembalian utang dengan cepat.
Indonesia, kata Prabowo, tidak akan melupakan bantuan Rusia yang telah membangun banyak infrastruktur penting di berbagai kota di Indonesia. Bantuan tersebut telah memberikan dampak signifikan bagi pembangunan negara.
Prabowo berharap kerja sama antara kedua negara akan semakin meningkat di berbagai bidang, termasuk ekonomi, teknologi, perdagangan, investasi, dan pertanian. Pertemuan dengan Putin dinilai sangat produktif dan akan semakin memperkuat hubungan bilateral.
Penandatanganan MoU Strategis Indonesia-Rusia
Sebagai puncak dari kunjungan kenegaraan, Prabowo dan Putin menyaksikan penukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral. Dokumen-dokumen ini telah ditandatangani sebelumnya oleh pejabat terkait dari kedua negara.
Dokumen-dokumen tersebut mencakup kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi, transportasi, pengembangan digital dan media massa, serta investasi. Kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia.
Di antara dokumen-dokumen tersebut adalah “Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia”. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis mereka di berbagai sektor.
Kunjungan Prabowo ke Rusia menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Kerja sama yang semakin erat di berbagai bidang akan memberikan manfaat bagi kedua negara dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan bukti nyata dari hubungan yang semakin kuat ini.
