Prabowo Tegas: Kinerja Lelet, Tinggalkan di Belakang!

Prabowo Tegas: Kinerja Lelet, Tinggalkan di Belakang!
Sumber: Suara.com

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kecepatan dan efisiensi dalam pemerintahan, khususnya dalam program hilirisasi. Pernyataan tegas ini disampaikan saat peresmian proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Proyek ambisius ini menandai langkah signifikan Indonesia menuju masa depan energi terbarukan.

Kecepatan dan efisiensi menjadi kunci keberhasilan program pemerintah, khususnya dalam mendorong hilirisasi. Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran kabinet yang telah bekerja cepat dan efektif.

Pentingnya Percepatan Hilirisasi dan Tekanan pada Kinerja Kabinet

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada kabinet yang telah bekerja dengan baik dan cepat dalam menjalankan program hilirisasi. Namun, ia juga memberikan peringatan tegas bagi mereka yang tidak mampu mengikuti ritme percepatan.

“Saya terima kasih kepada tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat, yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya. Pernyataan ini menekankan komitmen pemerintah untuk mencapai target hilirisasi dengan cepat dan efisien.

Peresmian proyek baterai kendaraan listrik di Karawang menjadi contoh nyata dari komitmen tersebut. Proyek ini merupakan bagian integral dari strategi hilirisasi pemerintah.

Proyek Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik: Kerja Sama Strategis dan Investasi Besar

Proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik ini merupakan hasil kerja sama strategis antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan konsorsium CATL, Brunp, serta Lygend (CBL). Proyek ini mencakup pengembangan dari hulu hingga hilir, dengan total enam subproyek.

Lima subproyek berlokasi di Halmahera Timur, sementara satu subproyek lainnya berada di Karawang, Jawa Barat. Investasi total proyek ini mencapai 5,9 miliar dolar AS (sekitar Rp95 triliun), mencakup area seluas 3.023 hektare, dan berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 8.000 orang.

Proyek ini juga akan membangun 18 proyek infrastruktur pendukung, termasuk dermaga multifungsi. Pembangunan infrastruktur ini menunjukkan skala besar dan kompleksitas dari proyek tersebut.

Kerja Sama Internasional dan Filosofi Perdamaian dalam Pembangunan

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam pembangunan nasional, khususnya dalam proyek strategis seperti ini. Proyek baterai kendaraan listrik ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjalin kemitraan strategis dengan negara lain, terutama Tiongkok.

“Indonesia selalu memilih kerja sama, selalu memilih kolaborasi, selalu memilih jalan tengah, selalu memilih persahabatan di atas permusuhan. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini filosofi Tiongkoknya saya ambil alih,” ujar Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan pendekatan diplomasi dan kerja sama yang dianut Indonesia dalam pembangunan ekonomi.

Proyek ini dipandang sebagai langkah besar dan terobosan luar biasa dalam pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan, selaras dengan cita-cita global. Keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan lingkungan Indonesia.

Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, Sekretaris Kabinet, dan Gubernur Jawa Barat, serta Duta Besar China untuk Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap proyek ini.

Proyek ini dirancang ramah lingkungan dengan memanfaatkan kombinasi energi terbarukan dan konvensional. Kombinasi ini akan meminimalisir dampak lingkungan dan memastikan keberlanjutan proyek. Sumber energi meliputi PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, pembangkit dari limbah panas 30 MW, dan tenaga surya sebesar 172 MWp—termasuk 24 MWp di pabrik Karawang.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, melainkan juga tentang membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Keberhasilannya akan menjadi tonggak penting dalam upaya transisi energi dan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Kecepatan dan efisiensi menjadi kunci keberhasilan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *