Pendaki Irlandia Nyaris Tewas Rinjani, Kapal Tenggelam Bawa 3000 Mobil

Pendaki Irlandia Nyaris Tewas Rinjani, Kapal Tenggelam Bawa 3000 Mobil
Sumber: Kompas.com

Berita internasional menyajikan beragam peristiwa penting dunia pada Jumat, 27 Juni 2025. Salah satu berita yang paling menarik perhatian adalah kisah dramatis seorang pendaki Irlandia di Gunung Rinjani. Kisah ini mengingatkan kita pada tragedi yang menimpa pendaki Juliana Marins beberapa waktu lalu.

Selain itu, dunia juga dikejutkan oleh tenggelamnya sebuah kapal kargo yang membawa ribuan kendaraan baru di Samudra Pasifik. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden maritim yang menggarisbawahi tantangan keselamatan pelayaran.

Pendaki Irlandia Nyaris Tewas di Gunung Rinjani

Paul Farrell, seorang warga Irlandia berusia 32 tahun, mengalami kecelakaan serius saat mendaki Gunung Rinjani pada Oktober 2024. Ia jatuh dari ketinggian sekitar 200 meter di medan yang sangat berbahaya.

Farrell mengingat awal pendakian yang relatif mudah. Namun, perjalanan menuju puncak menjadi sangat menantang dan berujung pada kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.

Insiden ini menimbulkan persamaan dengan kasus Juliana Marins, pendaki Brasil yang meninggal dunia akibat jatuh saat mendaki gunung yang sama. Kisah keselamatan Farrell menjadi sorotan karena kemiripan dengan tragedi yang pernah terjadi.

Kapal Kargo Tenggelam di Samudra Pasifik, Ribuan Kendaraan Baru Hilang

Kapal kargo Morning Midas tenggelam di Samudra Pasifik pada Senin, 23 Juni 2025. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju Meksiko, mengangkut sekitar 3.000 unit kendaraan baru.

Sebelumnya, kapal tersebut terbakar dan ditinggalkan oleh awak kapal pada awal Juni. Kerusakan yang diakibatkan kebakaran membuat kapal kehilangan daya dan akhirnya tenggelam.

Kejadian ini terjadi di perairan internasional, sekitar 770 kilometer dari Kepulauan Aleut, Alaska. Zodiac Maritime, perusahaan pengelola kapal yang berbasis di London, telah mengkonfirmasi insiden tersebut.

Ketegangan AS-Rusia Meningkat, Dubes AS Tinggalkan Moskow

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia, meninggalkan Moskow di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara. Kepergian duta besar ini meninggalkan Washington tanpa utusan utama di Rusia.

Rusia menyatakan bahwa AS belum menunjukkan kesediaan untuk memulihkan fungsi normal kedutaan masing-masing. Situasi ini merupakan konsekuensi dari beberapa tahun terakhir yang ditandai oleh pembatasan dan pengusiran diplomat secara timbal balik.

Iran Ancam Serang Pangkalan AS Lagi di Tengah Gencatan Senjata

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberikan peringatan keras kepada AS. Peringatan ini disampaikan setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Khamenei menyatakan bahwa Iran akan membalas setiap serangan baru dari AS dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui pidato televisi pada Kamis, 26 Juni 2025.

Donald Trump dan Ironi Demokrasi Amerika

Amerika Serikat sering mengklaim sebagai pelopor demokrasi dan hak asasi manusia. Namun, pemilu terakhir menunjukkan sebuah ironi yang menarik perhatian.

Rakyat Amerika memilih presiden yang secara terang-terangan melawan nilai-nilai yang diklaim oleh negeri tersebut. Donald Trump, sebagai contoh, membangun kekuasaan politiknya dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang dianut Amerika.

Trump diketahui menebar kebohongan, mengejek lawan politik, mendorong diskriminasi ras, dan memperlakukan demonstrasi damai sebagai ancaman.

Berbagai peristiwa global ini menunjukkan dinamika politik dan keamanan internasional yang kompleks dan dinamis. Perlu diperhatikan bahwa perkembangan situasi ini akan terus berkembang dan memiliki dampak yang signifikan bagi dunia.

Pos terkait