Liburan sekolah telah tiba, dan banyak keluarga merencanakan perjalanan wisata. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah dalam sepekan mendatang. Hal ini penting diperhatikan bagi para wisatawan agar liburan tetap aman dan menyenangkan.
Waspada Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata Populer
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan deras di sejumlah daerah wisata pegunungan. Kawasan Puncak, Bandung Utara, Yogyakarta, Malang, dan Batu berpotensi mengalami hujan siang hingga malam hari. Penting untuk selalu mengecek prakiraan cuaca terkini sebelum berangkat.
Perencanaan perjalanan yang matang sangat penting. Pastikan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan membawa perlengkapan yang memadai, seperti jas hujan dan pakaian hangat.
Ancaman Gelombang Tinggi di Kawasan Pesisir
Wilayah pesisir, khususnya Bali dan Lombok, perlu diwaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang dari arah timur. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas di laut, sehingga disarankan untuk menghindari aktivitas perairan selama periode tersebut.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya memperhatikan peringatan dini dari BMKG. Jangan hanya berpatokan pada prediksi musiman, karena dinamika atmosfer saat ini sangat aktif dan cepat berubah.
Kewaspadaan di Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur
Wilayah Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur juga berisiko mengalami hujan lebat dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika cuaca buruk terjadi.
Persiapan diri merupakan kunci utama keselamatan. Selalu pantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan sesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca terkini.
Sinergi Pemerintah dan Pariwisata untuk Keselamatan Wisatawan
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut menyoroti potensi risiko keselamatan dan keamanan selama libur sekolah. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, meminta pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata untuk menerapkan standar keamanan dan mitigasi risiko yang ketat.
Libur kenaikan kelas biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi sektor pariwisata. Namun, hal ini juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan bencana alam.
Penerapan Standar Keselamatan dan CHSE
Kemenpar telah mengirimkan surat edaran kepada pemerintah daerah untuk menerapkan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Standar Usaha Pariwisata Berbasis Risiko sebagaimana diatur dalam Permenpar Nomor 4 Tahun 2021 juga harus dipatuhi.
Pengelola destinasi wisata juga perlu memperkuat standar operasional prosedur (SOP) dan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peningkatan keamanan, khususnya di wahana berisiko tinggi, sangat penting.
- Informasi destinasi harus disampaikan secara jelas dan akurat kepada wisatawan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
- Penting untuk memastikan seluruh pihak terkait, dari pemerintah pusat hingga pengelola destinasi wisata, bekerja sama dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, diharapkan liburan sekolah dapat berjalan aman dan menyenangkan bagi semua. BMKG akan terus memantau perkembangan sistem atmosfer dan memberikan peringatan dini jika diperlukan. Kerjasama antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sangat krusial dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman. Semoga liburan Anda menyenangkan dan penuh kenangan indah!
