Anjing Marah? Kenali Tanda & Cara Penanganannya Sekarang

Anjing Marah? Kenali Tanda & Cara Penanganannya Sekarang
Sumber: Idntimes.com

Anjing, sahabat karib manusia, ternyata juga mampu merasakan dan mengekspresikan emosi, termasuk kemarahan. Berbeda dengan manusia, ekspresi kemarahan anjing lebih berpola dan mudah dikenali jika kita jeli mengamati. Namun, seringkali kita kurang peka terhadap tanda-tanda tersebut.

Gonggongan anjing, yang sering diasosiasikan dengan kemarahan, sebenarnya bisa memiliki banyak arti. Artikel ini akan membahas penyebab anjing marah dan bagaimana mengenali tanda-tandanya.

1. Apa yang Menyebabkan Anjing Marah?

Memahami emosi anjing perlu dilihat dari sudut pandang mereka, bukan hanya melalui lensa persepsi manusia. Anjing, seperti manusia, dapat mengalami emosi kompleks seperti cemburu, frustrasi, dan tentu saja, kemarahan.

Alexis Raciorero, psikolog dan terapis Gestalt sekaligus pemilik Golden Retriever, menjelaskan bahwa anjing hidup di masa kini. Mereka sangat responsif terhadap lingkungan dan suasana hati orang di sekitar mereka.

Ancaman, rasa takut, atau gangguan dari lingkungan sekitar juga bisa memicu kemarahan pada anjing. Bahkan hal-hal kecil yang bagi manusia tampak sepele, seperti suara penyedot debu yang keras atau teriakan di dekat telinga mereka, dapat membuat anjing merasa terganggu dan marah.

Stres juga menjadi faktor penting. Studi menunjukkan bahwa pelukan yang terlalu erat dan lama bisa menjadi sumber stres bagi anjing, yang pada akhirnya bisa memicu kemarahan.

2. Tanda-Tanda Perilaku Anjing yang Sedang Marah

Anjing memiliki struktur otak dan neurokimia yang mirip dengan manusia, menurut psikiater hewan Sagi Denenberg, DVM. Hal ini menjelaskan mengapa mereka menunjukkan perilaku yang serupa dalam situasi yang sama.

Membedakan anjing yang sedang marah dengan anjing yang sedang senang relatif mudah bagi pemiliknya yang telah lama mengenal perilaku peliharaan mereka. Anjing yang senang biasanya mengibaskan ekor dengan riang, menjulurkan lidah, dan bernapas dengan tenang.

Sebaliknya, anjing yang marah mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti menyembunyikan ekor di antara kaki, pupil mata melebar, menggeram, atau menggonggong panjang dan keras. Perhatikan juga bahasa tubuhnya secara keseluruhan.

Berikut beberapa tanda kemarahan anjing menurut Newsweek:

  • Menjauhkan diri dan menghindari kontak mata.
  • Respon acuh tak acuh terhadap ajakan atau panggilan.
  • Mengalihkan pandangan ketika dilihat.
  • Berpindah tempat jika didekati.
  • Menahan ekor di antara kaki.
  • Menggeram atau menunjukkan gigi.

Meskipun penelitian tentang emosi anjing masih terus berkembang, penting untuk memperhatikan perubahan mendadak dalam bahasa tubuh atau vokalisasi mereka sebagai indikator potensial kemarahan.

3. Apa yang Harus Dilakukan Saat Anjing Marah?

Penting untuk membedakan antara kemarahan dan kondisi medis lainnya. Anjing yang menjauhi atau mendekati pemiliknya secara tiba-tiba juga bisa menandakan adanya rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Amati kondisi anjing secara menyeluruh. Jika Anda mencurigai adanya masalah kesehatan, segera hubungi dokter hewan.

Meskipun sebagian besar anjing yang menunjukkan tanda kemarahan tidak akan menyerang, hindari mendekati anjing yang tampak agresif atau hendak menggigit. Jangan melakukan tindakan yang dapat memprovokasi mereka.

Jauhkan anak-anak dari jangkauan anjing yang tampak marah. Jika perlu mendekati anjing, tunggu hingga ia tenang atau mintalah bantuan orang lain.

Kedekatan anjing dengan manusia membuat mereka sensitif terhadap emosi pemiliknya. Memahami tanda-tanda kemarahan pada anjing membantu kita memberikan penanganan yang tepat dan menjaga keamanan serta kesejahteraan baik anjing maupun manusia.

Perubahan mendadak dalam bahasa tubuh, vokalisasi, dan perilaku anjing perlu diperhatikan dengan cermat. Jangan gegabah, dan selalu prioritaskan keselamatan dan kesejahteraan hewan peliharaan kita.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *