Serangan AS di Fordow: Situs Nuklir Iran Rusak Parsial

Serangan AS di Fordow: Situs Nuklir Iran Rusak Parsial
Sumber: Kompas.com

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas pengayaan uranium Fordow di Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025, telah menimbulkan spekulasi luas mengenai dampak sebenarnya dari serangan tersebut. Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan, namun sejauh mana kerusakan tersebut masih menjadi perdebatan. Analisis berbagai sumber menunjukkan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar menargetkan titik-titik lemah fasilitas bawah tanah tersebut, khususnya sistem ventilasi.

Berbagai sumber, termasuk pejabat pemerintah AS dan pakar nuklir internasional, memberikan pandangan berbeda mengenai hasil serangan tersebut. Sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim fasilitas nuklir Iran telah hancur total, penilaian awal dari militer AS dan Israel lebih konservatif. Perbedaan pendapat ini menciptakan keraguan seputar efektivitas serangan dan masa pemulihan fasilitas Fordow.

Target Serangan: Ventilasi Sebagai Titik Lemah

Para ahli memperkirakan bahwa serangan tersebut secara spesifik menargetkan ventilasi fasilitas Fordow. Ventilasi dianggap sebagai titik lemah struktural bangunan bawah tanah yang kokoh.

Mark Fitzpatrick, pakar nuklir dari International Institute for Strategic Studies, menjelaskan bahwa menghancurkan poros ventilasi akan sangat efektif karena lubang udara sudah menembus batu tebal, sehingga merusak integritas struktur bunker nuklir. Hal senada juga disampaikan oleh Scott Roecker, wakil presiden di Nuclear Threat Initiative, yang menyebut ventilasi sebagai titik paling rentan di fasilitas tersebut.

Meskipun demikian, kejelasan mengenai kerusakan keseluruhan fasilitas Fordow masih belum terungkap sepenuhnya. Foto-foto pasca serangan menunjukkan puing-puing berserakan di sekitar kompleks, tetapi bangunan pendukung di permukaan tampak utuh.

Perbedaan Penilaian dan Klaim yang Bertentangan

Klaim Presiden Trump tentang penghancuran total fasilitas Fordow dibantah oleh beberapa pihak. Penilaian awal dari militer AS dan Israel lebih berhati-hati.

Sumber intelijen AS bahkan menyatakan bahwa kerusakan hanya terjadi pada bagian pintu masuk. Akibatnya, proses pengayaan uranium diperkirakan hanya akan terhambat beberapa bulan, bukan puluhan tahun seperti yang diklaim Trump. Ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam analisis kerusakan yang terjadi.

Joseph Rodgers, pakar nuklir dari Center for Strategic and International Studies, mengatakan jika AS menargetkan ventilasi, mereka kemungkinan memiliki intelijen yang akurat mengenai titik lemah struktural tersebut.

Aktivitas Mencurigakan Sebelum Serangan dan Upaya Pencegahan Iran

Citra satelit dari Maxar Technologies mengungkapkan aktivitas tidak biasa di sekitar pintu masuk terowongan Fordow beberapa hari sebelum serangan.

Terlihat 16 truk kargo mendekati terowongan pada 19 Juni. Sehari kemudian, truk-truk tersebut bergerak menjauh, sementara truk dan buldoser lain berada di dekat pintu masuk. Pada 20 Juni, tanah mulai menutupi mulut terowongan, dan jumlahnya meningkat secara signifikan setelah serangan udara.

Para ahli menilai aktivitas ini sebagai upaya pencegahan Iran untuk melindungi fasilitas yang berada lebih dalam. Penutupan terowongan menunjukkan strategi pertahanan Iran untuk mengurangi dampak serangan.

Hingga saat ini, verifikasi kerusakan masih berlangsung. Kesimpulan final mengenai dampak keseluruhan serangan terhadap program nuklir Iran belum dirilis secara resmi. Perbedaan pendapat dan informasi yang masih simpang siur ini menuntut kehati-hatian dalam menafsirkan dampak jangka panjang dari serangan tersebut terhadap program nuklir Iran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *