Pengamat politik Rocky Gerung meyakini desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat mengungkap dugaan skandal nepotisme. Ia menilai langkah ini sebagai kesempatan untuk membersihkan politik Indonesia dari isu-isu yang beredar. Pernyataan ini disampaikan Rocky Gerung menanggapi DPR yang menerima surat usulan pemakzulan Gibran dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Desakan ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
DPR menerima surat usulan pemakzulan Gibran, sebuah langkah yang disambut beragam reaksi. Rocky Gerung sendiri menilai positif sikap DPR yang mau mengkaji surat tersebut.
Tanggapan Rocky Gerung Terhadap Pemakzulan Gibran
Rocky Gerung mengapresiasi langkah DPR yang mau mengkaji surat usulan pemakzulan Wapres Gibran. Ia menilai ini sebagai bukti ditegakkannya kedaulatan rakyat. Proses ini diharapkan dapat menjernihkan berbagai isu dan dugaan pelanggaran yang beredar di publik.
Proses pengkajian ini, menurut Rocky, merupakan kepentingan publik dan sekaligus uji kepercayaan terhadap DPR. Publik menantikan bagaimana DPR akan menindaklanjuti usulan tersebut secara transparan dan adil.
Dugaan Skandal Nepotisme dan Ambisi Jokowi
Rocky Gerung mengaitkan usulan pemakzulan Gibran dengan dugaan skandal nepotisme. Ia menduga adanya praktik feodalisme dan paternalistik yang dipicu ambisi mantan Presiden Jokowi untuk membangun dinasti politik.
Pengamat politik tersebut berpendapat, terpilihnya Gibran sebagai Wapres mengindikasikan kegagalan Jokowi dalam mencetak kader politik yang berkualitas. Hal ini, menurutnya, membuka kembali cacat hukum dan ketatanegaraan yang disebabkan oleh ambisi politik Jokowi.
Ketidakmampuan Gibran dan Kegagalan Jokowi
Rocky Gerung menilai Gibran belum memiliki kapasitas sebagai pemimpin negara. Ia menuding terpilihnya Gibran sebagai Wapres mencerminkan ketidakbecusan Jokowi dalam mencetak kader politik yang mumpuni.
Meskipun hanya diwakili oleh purnawirawan TNI, Rocky menilai desakan pemakzulan Gibran mewakili suara rakyat yang menilai Gibran tidak memiliki kapasitas sebagai Wapres. Hal ini terlihat dari fakta-fakta yang mencuat ke publik.
Respon DPR Terhadap Surat Usulan Pemakzulan
Surat usulan pemakzulan Wapres Gibran dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI telah diterima DPR. Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR akan berhati-hati dalam menanganinya.
Dasco menekankan perlunya kajian cermat sebelum mengambil keputusan. Ia juga menyatakan surat tersebut secara administratif belum sampai ke meja pimpinan Sekretariat Jenderal DPR.
Proses pemakzulan sendiri merupakan mekanisme konstitusional yang membutuhkan proses panjang dan kajian mendalam. Desakan ini pun memicu debat publik yang luas mengenai sistem pemerintahan dan pertanggungjawaban pejabat negara. Langkah DPR selanjutnya akan menentukan arah perkembangan kasus ini. Publik berharap proses yang transparan dan akuntabel untuk menjaga kepercayaan terhadap lembaga negara. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Harapannya, proses ini dapat menghasilkan kesimpulan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.





