Retreat Kepala Daerah: Senam Pagi, Telat & Tak Kompak?

Retreat Kepala Daerah: Senam Pagi, Telat & Tak Kompak?
Sumber: Kompas.com

Retreat Kepala Daerah di Jatinangor: Senam Pagi Terlambat, Gerakan Kurang Kompak

Pada hari kedua retreat gelombang kedua kepala daerah di Jatinangor, Jawa Barat, sebuah pemandangan unik terlihat. Rencana senam pagi pukul 05.30 WIB harus diundur 10 menit. Para peserta sedikit terlambat tiba di lapangan rektorat IPDN.

Hal ini dimaklumi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Beliau menjelaskan keterlambatan disebabkan beberapa kepala daerah yang lanjut usia membutuhkan waktu lebih untuk mempersiapkan diri.

Senam Pagi yang Tidak Kompak

Senam pagi di lapangan rektorat IPDN diikuti para kepala daerah dan praja IPDN. Para kepala daerah mengenakan seragam olahraga putih-hitam.

Namun, kekompakan gerakan kurang terlihat. Beberapa kepala daerah terlihat kesulitan mengikuti instruktur senam. Ada yang mengayunkan tangan ke kanan, sementara yang lain hanya menggelengkan kepala.

Agenda Padat dan Kondisi Fisik Peserta

Wamendagri Bima Arya juga menjelaskan alasan lain keterlambatan dan kurang kompaknya senam pagi. Agenda hari pertama retreat cukup padat.

Para peserta, bahkan sampai larut malam, masih disibukkan dengan kegiatan perkenalan. Kelelahan yang dialami peserta juga memengaruhi performa mereka di pagi hari.

Materi Retreat dan Peserta yang Hadir

Setelah senam pagi, rangkaian kegiatan retreat dilanjutkan dengan materi wawasan kebangsaan, geopolitik, dan nasionalisme dari Lembaga Ketahanan Nasional.

Retreat gelombang kedua ini diikuti 86 dari 93 kepala daerah yang terdaftar. Tujuh kepala daerah tidak hadir; enam karena alasan kesehatan, dan satu karena duka cita keluarga (Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, karena ibunya meninggal dunia).

Rangkaian Kegiatan Retreat

Retreat ini berlangsung selama lima hari, mulai 22 Juni hingga 26 Juni 2025. Selain materi dari Lembaga Ketahanan Nasional, terdapat juga pembekalan dari berbagai kementerian.

Senam pagi merupakan kegiatan rutin selama retreat. Para peserta juga akan mengikuti apel pagi dan berbagai kegiatan lain yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Peserta yang Tidak Hadir

Keenam kepala daerah yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan telah mengajukan permohonan resmi. Pihak penyelenggara menghormati kondisi mereka.

Ketidakhadiran Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dikarenakan duka cita atas meninggalnya ibunya. Pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa.

Kesimpulan

Retreat gelombang kedua kepala daerah di Jatinangor berlangsung dengan beberapa dinamika. Meski ada keterlambatan dan kurangnya kekompakan dalam senam pagi, kegiatan tetap berjalan lancar. Hal ini menunjukkan komitmen para kepala daerah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mereka. Semoga program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pemerintahan di daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *