Rahasia Sukses Mengajar: Terapkan Filosofi Trikon Ki Hadjar Dewantara Sekarang!

Rahasia Sukses Mengajar: Terapkan Filosofi Trikon Ki Hadjar Dewantara Sekarang!
Sumber: Poskota.com

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 mengadopsi Asas Trikon Ki Hadjar Dewantara sebagai pendekatan pembelajaran. Asas ini terdiri dari Kontinyu, Konvergen, dan Konsentris, mendorong pengembangan kompetensi guru dan pemahaman individual peserta didik.

Kurikulum PPG 2025 menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna dan relevan. Tujuannya adalah mencetak guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan peserta didik.

Asas Trikon: Landasan Pembelajaran Holistik

Asas Trikon, filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, menganggap pendidikan sebagai proses yang menyeluruh. Pendidikan harus sejalan dengan perkembangan zaman dan mengakomodasi keunikan setiap individu.

Pembelajaran yang menerapkan Asas Trikon bersifat adaptif dan kontekstual. Hal ini memungkinkan guru untuk menciptakan metode pembelajaran yang dinamis dan efektif.

Penguraian Asas Trikon dalam PPG 2025

Asas Kontinyu menekankan pembelajaran berkelanjutan. Siswa didorong untuk terus berkembang melalui proses belajar yang tidak terputus.

Contoh penerapan Asas Kontinyu adalah jurnal membaca. Siswa merefleksikan bacaan mereka, dan guru memberikan umpan balik secara berkala.

Asas Konvergen mendorong integrasi pengetahuan dari berbagai sumber. Siswa diajak untuk berpikir kritis dan mengembangkan wawasan yang luas.

Diskusi kelas dengan berbagai sumber literatur merupakan contoh penerapan Asas Konvergen. Siswa dapat menyimpulkan hal positif dari berbagai referensi.

Asas Konsentris mengutamakan kerjasama dan identitas diri. Kolaborasi dan partisipasi aktif siswa dikembangkan.

Diskusi kelompok, presentasi, dan proyek kolaboratif merupakan implementasi Asas Konsentris. Hal ini membantu siswa belajar bersama dan menghargai perbedaan.

Asas Trikon, Pancasila, dan Pengembangan Profesional Guru

Penerapan Asas Trikon selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai kebersamaan, toleransi, dan keadilan menjadi dasar pembelajaran yang inklusif.

Guru diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang secara optimal.

Cerita reflektif menjadi metode evaluasi penting dalam PPG 2025. Guru merefleksikan pengalaman mengajar dan interaksi dengan siswa.

Dengan menganalisis penerapan Asas Trikon, guru dapat mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Ini penting untuk meningkatkan strategi pengajaran.

Implementasi Asas Trikon dalam PPG 2025 diharapkan menghasilkan guru yang kompeten dan mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Pendekatan holistik ini mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *