Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun gedung baru Sekolah Rakyat (SR) secara besar-besaran. Proyek ambisius ini menargetkan pembangunan ratusan sekolah dengan standar yang tinggi, menandai komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Biaya yang dibutuhkan terbilang fantastis, namun diyakini akan berdampak positif jangka panjang bagi generasi muda bangsa.
Pembangunan gedung-gedung baru ini akan dimulai pada bulan September 2025, dengan target penyelesaian pada Juni 2026. Hal ini diharapkan agar sekolah-sekolah tersebut dapat beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Biaya Fantastis, Fasilitas Lengkap
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa pembangunan satu lokasi Sekolah Rakyat membutuhkan dana sekitar Rp200 miliar. Angka ini mencakup seluruh biaya pembangunan, termasuk perlengkapan dan fasilitas penunjang di dalamnya.
Anggaran yang signifikan tersebut dibenarkan mengingat luas lahan yang dibutuhkan cukup besar. Setiap lokasi Sekolah Rakyat membutuhkan lahan minimal 6 hektare. Luas lahan ini memungkinkan pembangunan fasilitas yang lengkap, termasuk gedung sekolah untuk SD, SMP, dan SMA, asrama guru dan siswa, serta fasilitas olahraga dan upacara.
Proses Pembangunan dan Persyaratan Lahan
Kementerian PU memastikan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat bebas dari sengketa. Pemerintah daerah yang mengajukan lahan wajib menyertakan Surat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang lengkap dan sah.
Selain legalitas lahan, kementerian juga memperhatikan aspek teknis seperti kemiringan tanah. Kemiringan lahan yang terlalu curam akan memerlukan penanganan khusus untuk memastikan keamanan dan kestabilan bangunan. Proses verifikasi yang ketat ini bertujuan untuk menghindari potensi masalah di masa mendatang.
Tahap Awal Renovasi Sekolah Rakyat Rintisan
Sebelum memulai pembangunan baru, pemerintah telah menyelesaikan renovasi 100 Sekolah Rakyat rintisan. Renovasi ini menelan biaya sekitar Rp1,2 triliun dan memanfaatkan aset gedung milik Kementerian Sosial.
Gedung-gedung yang telah direnovasi ini direncanakan akan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025. Hal ini akan menjadi langkah awal sebelum pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat dimulai pada September 2025. Renovasi ini menjadi bukti kesiapan pemerintah dalam menjalankan program Sekolah Rakyat secara bertahap dan terukur.
Proyek Sekolah Rakyat dan Dampaknya
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini menelan biaya total sekitar Rp20 triliun untuk 100 lokasi. Investasi besar ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
Dengan fasilitas yang lengkap dan standar bangunan yang tinggi, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi pusat pendidikan yang unggul dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Program ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Keberhasilan program ini akan berdampak positif bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan proyek skala besar yang memerlukan perencanaan matang dan pengawasan yang ketat. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan seluruh pihak, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.





