Konflik Iran-Israel Memanas, Trump Ancam Intervensi AS?

Konflik Iran-Israel Memanas, Trump Ancam Intervensi AS?
Sumber: Detik.com

Ketegangan antara Iran dan Israel mencapai puncaknya pada Rabu (18/6) malam dengan serangan balasan yang terus berlanjut. Konflik yang telah berlangsung selama enam hari ini merupakan konfrontasi paling sengit dalam sejarah kedua negara, memicu kekhawatiran akan eskalasi menjadi perang besar di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pun dihadapkan pada dilema menentukan tingkat keterlibatan Amerika Serikat.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menyerang lebih dari 20 target militer di Teheran. Serangan ini menyasar situs nuklir dan rudal yang disebut IDF sebagai pusat program senjata Iran dan serangan terhadap warga sipil Israel.

Serangan Balasan dan Peran AS yang Dipertanyakan

IDF juga mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran. Sistem pertahanan udara ‘Iron Dome’ Israel dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar rudal tersebut.

Sementara itu, Trump menyatakan ketidakpastian keterlibatan AS, mengatakan, “Bisa saja saya lakukan, bisa juga tidak.” Ia menambahkan bahwa Iran sedang menghadapi masalah besar dan ingin bernegosiasi.

Iran menanggapi pernyataan Trump dengan tegas, menyatakan tidak akan “mengemis di gerbang Gedung Putih”. AS juga belum meminta izin penggunaan pangkalan militer Inggris di Siprus atau Diego Garcia untuk kemungkinan serangan, menurut laporan koresponden BBC.

Pemimpin Tertinggi Iran memperingatkan Trump akan “kerugian yang tak terpulihkan” jika AS ikut campur.

Perang Siber dan Retorika Keras di Media Sosial

Sebelum serangan terbaru, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan “perang dimulai” melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter). Ia juga menegaskan Iran “tidak akan pernah berkompromi dengan Zionis”.

Unggahan Khamenei ini muncul setelah Trump menulis di media sosial bahwa AS mengetahui lokasi persembunyian Khamenei. Trump menyebut Khamenei sebagai “target yang mudah”, tetapi menambahkan bahwa AS, setidaknya untuk saat ini, tidak akan membunuhnya.

Trump kemudian menyerukan “PENYERAHAN TANPA SYARAT!” dan sebelumnya meminta warga Teheran untuk segera mengungsi.

Kepala staf Angkatan Bersenjata Iran juga memperingatkan penduduk Israel, terutama di Tel Aviv dan Haifa, untuk segera mengungsi. Tentara Israel pun memperingatkan penduduk di Distrik 18 Teheran tentang serangan terhadap infrastruktur militer di sana.

Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa bagian Teheran setelah peringatan tersebut, menurut laporan media Iran yang dikutip Reuters. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 224 orang tewas dan lebih dari 1.200 terluka akibat serangan udara Israel sejak Jumat (13/6).

Israel melaporkan sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan Iran dalam periode yang sama. Organisasi nirlaba Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran (HRANA) melaporkan angka korban yang lebih tinggi, yaitu 452 tewas dan 646 terluka.

Rencana Pembunuhan Khamenei dan Perubahan Rezim

Laporan dari tiga pejabat AS kepada CBS News menyebutkan bahwa Trump menolak rencana Israel untuk membunuh Ayatollah Khamenei. Trump dilaporkan menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa itu bukan ide yang baik.

Netanyahu tidak secara langsung membenarkan atau membantah laporan tersebut dalam wawancara dengan Fox News. Ia mengatakan Israel melakukan apa yang perlu dilakukan dan AS tahu apa yang terbaik bagi negaranya.

Netanyahu juga mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran bisa menjadi hasil dari konflik ini, karena rezim Iran dianggap lemah dan tidak memiliki dukungan rakyat. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran sendiri yang menginginkan perubahan.

Netanyahu menekankan bahwa gencatan senjata saja tidak cukup, karena Iran tetap akan mengembangkan kemampuan nuklirnya. Iran sendiri selalu membantah memiliki program senjata nuklir.

Serangan Israel terhadap puluhan lokasi di berbagai wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir Natanz dan Isfahan, serta kilang minyak dan kapal tanker, telah memicu balasan dari Iran. Video yang diautentikasi oleh BBC Verify menunjukkan kebakaran besar di depot minyak di barat laut Teheran.

Video-video di media sosial menunjukkan antrean panjang di SPBU dan kemacetan lalu lintas saat orang-orang mencoba meninggalkan Teheran. Pemerintah Iran menyebut pesan-pesan Israel yang meminta pengungsian sebagai “operasi psikologis musuh”.

Menteri Pertahanan Israel memperingatkan bahwa penduduk Teheran akan “membayar harga” atas serangan Iran dan menyerukan pengungsian. Keadaan darurat diberlakukan di Israel.

Konflik ini terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda, mengingatkan dunia akan bahaya eskalasi yang berpotensi menghancurkan di Timur Tengah.

Pos terkait