Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem: 5 Tewas, Ratusan Sakit

Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem: 5 Tewas, Ratusan Sakit
Sumber: Detik.com

Jepang tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang mengakibatkan korban jiwa dan ratusan lainnya menjalani perawatan medis. Suhu udara yang melonjak tajam sejak Selasa, 17 Juni 2025, telah memicu peringatan serius dari otoritas setempat.

Lonjakan suhu ini terbilang tidak biasa, terutama mengingat pertengahan Juni biasanya merupakan musim hujan di Jepang. Beberapa wilayah mengalami suhu jauh di atas rata-rata untuk periode ini.

Suhu Ekstrem dan Korban Jiwa

Kota Kofu mencatat suhu tertinggi hingga 38,2 derajat Celcius, lebih dari 10 derajat di atas rata-rata. Gunma dan Shizuoka mencatat suhu masing-masing 37,7 dan 37,6 derajat Celcius.

Tokyo dan Osaka juga merasakan dampaknya, dengan suhu masing-masing mencapai 34,8 dan 33,4 derajat Celcius. Lebih dari 547 lokasi di seluruh Jepang melaporkan suhu di atas 30 derajat Celcius.

Empat orang meninggal dunia akibat sengatan panas, semuanya lansia. Seorang wanita berusia 96 tahun ditemukan pingsan di ladang di Gunma dan meninggal dunia.

Di Tokyo, 169 orang dirawat pada Selasa dan 57 orang lainnya pada Rabu karena gejala sengatan panas. Angka ini menunjukkan dampak serius dari gelombang panas ekstrem ini terhadap kesehatan masyarakat.

Penyebab Gelombang Panas Ekstrem

Menurut Yukiko Imada, profesor di Departemen Penelitian Sistem Iklim Universitas Tokyo, panas ekstrem ini tidak biasa. Lebih dari 150 lokasi mengalami suhu di atas 35 derajat Celcius pada pertengahan Juni, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketidakhadiran front baiu, atau front hujan musiman, di tengah musim hujan juga menjadi faktor yang memperparah situasi. Hal ini menunjukkan anomali cuaca yang signifikan.

Imada menjelaskan bahwa penyebab utama adalah perluasan sistem tekanan tinggi Pasifik yang tidak sesuai musim di atas kepulauan Jepang. Sistem ini biasanya baru meluas ke seluruh negeri pada Juli atau Agustus.

Peringatan dan Imbauan Pemerintah

Pemerintah Jepang telah mengeluarkan peringatan sengatan panas untuk sebagian besar wilayah negara selama tiga hari terakhir. Peringatan tersebut mencakup prefektur Okinawa, beberapa bagian selatan Kyushu, dan wilayah tengah Jepang.

Indeks tekanan panas yang diukur di 48 kota besar menunjukkan tidak ada kota yang sepenuhnya aman. Beberapa kota mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap terhidrasi dan beristirahat secara teratur, sementara di kota lainnya, aktivitas berat di luar ruangan bahkan dilarang.

Gelombang panas ekstrem di Jepang diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan. Situasi ini menuntut kewaspadaan dan tindakan pencegahan dari seluruh masyarakat Jepang untuk menghindari dampak buruk terhadap kesehatan.

Kondisi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim dan dampaknya yang semakin terasa. Pemantauan cuaca dan langkah-langkah mitigasi menjadi krusial untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *