Pernikahan mewah Jeff Bezos dan Lauren Sanchez di Venesia, Italia, menuai kontroversi. Rencana pesta tiga hari di Scuola Grande della Misericordia terpaksa dialihkan ke kawasan Arsenale yang lebih terpencil. Keputusan ini menyusul gelombang protes warga yang menentang kehadiran miliarder tersebut di kota bersejarah mereka.
Sekitar 200 tamu undangan, termasuk selebriti papan atas seperti Kim Kardashian, Mick Jagger, dan Leonardo DiCaprio, dijadwalkan hadir. Namun, kemewahan acara ini berbenturan dengan keresahan masyarakat Venesia.
Protes Warga Mengusir Bezos dari Venesia
Kelompok warga dan aktivis, termasuk No Space for Bezos, mengeluarkan protes keras. Mereka menganggap pernikahan Bezos sebagai simbol dominasi kaum kaya atas ruang publik Venesia.
Tommaso Cacciari dari No Space for Bezos menyatakan rasa bangganya atas keberhasilan mengusir Bezos. Aksi protes beragam, mulai dari spanduk hingga gambar besar wajah Bezos di Piazza San Marco.
Salah satu slogan yang digunakan menyoroti ketidakadilan pajak: “Jika kamu bisa menyewa Venesia untuk menikah, kamu juga bisa membayar pajak lebih banyak.” Greenpeace dan Everyone Hates Elon turut berpartisipasi dalam protes ini.
Kritik Gaya Hidup Miliarder dan Pariwisata Berlebihan
Simona Abbate dari Greenpeace menegaskan, protes bukan ditujukan pada Bezos dan Sanchez secara pribadi, melainkan pada simbolisme pesta tersebut. Mereka mengecam gaya hidup mewah yang tidak berkelanjutan di tengah krisis iklim.
Protes juga menyuarakan keprihatinan atas pariwisata massal di Venesia. Kehadiran jutaan turis setiap tahunnya membuat warga lokal terpinggirkan.
Meskipun pemerintah kota telah menerapkan pajak turis, para aktivis menilai kebijakan tersebut belum cukup efektif untuk mengatasi masalah pariwisata berlebihan.
Respons Pemerintah Kota dan Aksi Simbolik yang Berlanjut
Pemerintah kota mengkritik aksi demonstrasi, menganggap para demonstran bertindak seolah-olah mereka pemilik kota. Anggota dewan kota, Simone Venturini, menekankan bahwa acara tersebut bersifat privat dan memberikan manfaat ekonomi bagi Venesia.
Namun, isu pariwisata berlebih di Venesia telah berlangsung lama. Pemerintah kota menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kelestarian kota dan kesejahteraan warga.
Meskipun rencana aksi teatrikal dengan buaya karet dibatalkan karena alasan keselamatan, No Space for Bezos tetap melanjutkan protes dengan proyeksi visual dan demonstrasi tambahan pada malam hari.
Cacciari menambahkan, Venesia bukan lagi sekadar kota, melainkan taman bermain bagi orang-orang super kaya yang dapat menyewa sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pribadi. Hal ini menjadi inti permasalahan dari protes yang terjadi.
Peristiwa ini menyoroti konflik antara pariwisata mewah, kepentingan ekonomi, dan hak-hak warga lokal di kota bersejarah seperti Venesia. Perdebatan ini akan terus berlanjut, mengingat pariwisata yang masif dan gaya hidup para miliarder terus menjadi isu krusial di berbagai kota dunia. Ke depan, diperlukan solusi yang lebih berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini, agar kota-kota bersejarah tetap lestari dan warga lokal tetap dapat menikmati kota mereka sendiri.
