Jalan Daan Mogot di depan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, saat ini sedang dalam tahap perbaikan. Meskipun terdapat proyek perbaikan jalan yang telah berjalan beberapa hari, arus lalu lintas terpantau ramai namun terkendali pada Kamis, 26 Juni 2025 pukul 08.10 WIB. Kemacetan panjang tidak terjadi berkat pembukaan beton pembatas jalur Transjakarta untuk semua kendaraan.
Proyek Perbaikan Jalan dan Dampaknya terhadap Lalu Lintas
Proses perbaikan jalan di depan Terminal Kalideres saat ini memasuki tahap pengeringan. Tidak ada alat berat yang beroperasi, sehingga aktivitas lalu lintas tidak terhambat secara signifikan. Namun, sejumlah *traffic cone* dan garis polisi tetap dipasang untuk mengamankan area perbaikan. Hal ini bertujuan mencegah pengendara memasuki zona proyek dan menjamin keselamatan.
Gangguan Debu dan Kondisi Jalan yang Belum Rata
Seorang warga sekitar bernama Nek (37) yang memiliki warung dekat lokasi proyek mengatakan bahwa pekerjaan perbaikan jalan menimbulkan banyak debu, terutama selama proses pengeringan. Debu tebal ini bahkan sempat memaksanya menutup warung selama sehari.
Warung Nek berjarak hanya sekitar lima meter dari area proyek. Ia juga melaporkan adanya kecelakaan akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya rata setelah proses perbaikan. Perbedaan ketinggian jalan menyebabkan beberapa pengendara motor mengalami kecelakaan karena jalan yang tidak rata.
Keluhan Pengguna Jalan dan Target Penyelesaian
Pengendara lain, Teguh (bukan nama asli), juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan oleh proyek perbaikan jalan dan mempertanyakan kapan proyek tersebut akan selesai. Ia merasa terganggu dengan kondisi tersebut.
Sebelumnya, pihak Dinas Bina Marga Jakarta melalui Ketua Sub Kelompok Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Beny Situmorang, menargetkan penyelesaian proyek perbaikan jalan di depan Terminal Kalideres dalam tiga hari ke depan. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas jalan di kawasan tersebut.
Upaya Mitigasi dan Harapan Warga
Meskipun arus lalu lintas saat ini masih ramai namun lancar, dampak proyek berupa debu tebal dan kondisi jalan yang belum rata menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Pembukaan beton pembatas jalur Transjakarta terbukti efektif mengurangi kemacetan.
Namun, perbaikan jalan yang terhenti dan kemudian dilanjutkan menyebabkan kondisi jalan menjadi tidak rata, meningkatkan potensi kecelakaan. Diharapkan pihak pelaksana proyek dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga selama proses perbaikan berlangsung, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang telah ditentukan agar dampak negatif dapat diminimalisir. Semoga pekerjaan perbaikan jalan ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi pengguna jalan serta warga sekitar.





