Hujan Juni Tak Kunjung Berhenti? BMKG Ungkap Penyebabnya

Hujan Juni Tak Kunjung Berhenti? BMKG Ungkap Penyebabnya
Sumber: Suara.com

Liburan panjang sekolah sudah di depan mata. Rencana berlibur ke destinasi wisata favorit sudah disusun matang. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem masih mengancam sejumlah wilayah, termasuk daerah-daerah tujuan wisata populer. Meskipun Indonesia memasuki musim kemarau, situasi atmosfer yang tidak stabil perlu diantisipasi.

Meskipun sudah memasuki musim kemarau, ancaman cuaca ekstrem masih mengintai. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan.

Musim Kemarau yang Tak Merata di Indonesia

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini belum merata di seluruh Indonesia. Angin Monsun Australia, yang biasanya menjadi pendorong utama musim kemarau, masih relatif lemah. Kondisi ini menyebabkan labilnya sistem atmosfer.

Suhu muka laut di selatan Indonesia yang lebih hangat dari biasanya juga turut berkontribusi. Permukaan laut yang hangat ini memperkuat potensi pertumbuhan awan konvektif. Akibatnya, hujan deras masih berpotensi terjadi, meskipun secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau.

Ancaman Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir

Dwikorita menjelaskan lebih lanjut bahwa kekuatan angin Monsun Australia yang tertahan membuat sistem atmosfer skala mingguan, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin, tetap aktif. Sistem-sistem ini ikut mendorong pembentukan awan hujan.

Aktivitas MJO yang saat ini terkonsentrasi di wilayah Indonesia, khususnya Jawa bagian tengah dan timur, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan, menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan. Kelembapan atmosfer yang tinggi dan angin timuran yang belum stabil semakin memperburuk keadaan. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang pun berpotensi terjadi di berbagai wilayah.

Wilayah Rawan Cuaca Ekstrem

Wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk beberapa destinasi wisata utama, diperkirakan mengalami peningkatan tutupan awan dan curah hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh para wisatawan.

Di wilayah pegunungan, hujan lebat berpotensi menyebabkan longsor atau tumbangnya pohon. Sementara itu, di wilayah laut, angin kencang dan gelombang tinggi dapat membahayakan aktivitas wisata air. Kewaspadaan dan antisipasi menjadi kunci keselamatan selama liburan.

Prakiraan Cuaca BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG telah merilis prakiraan cuaca untuk periode 27-29 Juni 2025. Secara umum, cuaca di Indonesia didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

  • Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
  • Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Siaga (hujan lebat) diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua Selatan.
  • Angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.

Perlu diingat bahwa prakiraan cuaca ini dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu pantau informasi terkini dari BMKG melalui kanal resmi mereka untuk mendapatkan update yang akurat. Keselamatan dan kenyamanan liburan tetap menjadi prioritas utama. Dengan waspada dan antisipasi yang baik, liburan panjang sekolah tetap dapat dinikmati dengan aman dan menyenangkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi perencanaan liburan Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *