Polemik ijazah Presiden Jokowi yang disebut palsu kembali mencuat. Pakar telematika Roy Suryo turut terlibat, kali ini membongkar isi pesan WhatsApp yang diklaim berasal dari mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo.
Permintaan Maaf Paiman Raharjo kepada Roy Suryo
Dalam sebuah siniar di Youtube Sentana TV (25/6/2025), Roy Suryo mengungkapkan isi pesan tersebut. Pesan itu, menurut Roy, awalnya bernada ancaman namun kemudian berujung pada permintaan maaf.
Roy membacakan isi pesan yang berbunyi, “Jadi minta maaf ke saya yang terhormat Mas Roy Suryo yang saya cintai. Teringin salam dan doa semoga Mas selalu sehat dan selalu dalam limpahan keberkahan Allah Subhanahu wa taala.”
Paiman juga menjelaskan bahwa pesan sebelumnya yang dikirim Mei 2022 bukan bermaksud mengintimidasi, melainkan hanya saran dari seorang sahabat. Ia meminta maaf jika pesan tersebut membuat Roy Suryo tidak berkenan.
Kaitan Pasar Pramuka dan Ijazah Jokowi
Roy Suryo juga menyinggung temuan pengamat intelijen, Sri Raharja Chandra. Chandra mengungkapkan Paiman Raharjo memiliki kios ketik dan cetak skripsi di Pasar Pramuka sejak tahun 1990-an hingga 2017.
Pasar Pramuka sendiri menjadi sorotan setelah Politisi PDI-P, Beathor Suryadi, menuding ijazah Jokowi dibuat di sana. Beathor bahkan menyebut nama-nama yang diduga terlibat dalam pembuatan ijazah tersebut.
Host siniar tersebut menimpali pernyataan Roy dengan menyebutkan klaim Beathor Suryadi terkait Andi Wijayanto dan Anggit Widodo yang disebut terlibat, dan pembuatan ijazah tahun 2012 bertepatan dengan Pilgub DKI.
Roy Suryo dan Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo dikenal aktif mengkritik Presiden Jokowi pasca lengsernya dari jabatan. Salah satu isu yang diangkatnya adalah dugaan pemalsuan ijazah Jokowi.
Merasa difitnah, Jokowi telah melaporkan beberapa orang ke Polda Metro Jaya. Roy Suryo diduga termasuk di antara yang dilaporkan.
Pengungkapan pesan WhatsApp dari Paiman Raharjo ini menambah dinamika dalam polemik ijazah Jokowi. Permintaan maaf Paiman, meskipun konteksnya masih belum sepenuhnya jelas, menunjukkan adanya perkembangan baru dalam kasus yang tengah ramai diperbincangkan ini. Perlu investigasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik berbagai tudingan yang beredar.





