Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto, kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 23 Juni 2025. Pemeriksaan ini merupakan yang keempat kalinya terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit oleh beberapa bank daerah dan pemerintah kepada Sritex.
Selama kurang lebih 12 jam, Iwan menjawab lebih dari 20 pertanyaan penyidik. Ia tiba pukul 09.39 WIB dan meninggalkan Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 20.45 WIB.
Pemeriksaan Intensif Mengenai Operasional Sritex
Pertanyaan penyidik kepada Iwan kali ini berfokus pada operasional perusahaan Sritex. Penyidik mendalami berbagai aspek kegiatan operasional perusahaan secara detail.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah proses transisi kepemimpinan dari Iwan Setiawan Lukminto, kakak Iwan Kurniawan, kepada dirinya. Penyidik menelusuri detail proses peralihan tersebut.
Transisi Kepemimpinan dan Pengelolaan Kredit
Proses transisi kepemimpinan di Sritex menjadi poin penting dalam rangkaian pemeriksaan ini. Penyidik ingin memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses tersebut.
Transaksi keuangan yang dilakukan selama masa transisi kepemimpinan juga menjadi fokus pertanyaan penyidik. Hal ini terkait dengan pengelolaan kredit yang diterima Sritex dari berbagai bank.
Tiga Tersangka dan Kerugian Negara
Kasus dugaan korupsi pemberian kredit kepada PT Sritex telah menetapkan tiga tersangka. Ketiganya diduga terlibat dalam proses pemberian kredit yang tidak sesuai prosedur.
Tersangka tersebut adalah Dicky Syahbandinata (Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB tahun 2020), Zainuddin Mappa (Direktur Utama PT Bank DKI tahun 2020), dan Iwan Setiawan Lukminto (Direktur Utama PT Sritex tahun 2005-2022).
Dicky dan Zainuddin diduga memberikan kredit tanpa mengikuti prosedur yang benar. Sementara itu, Iwan Setiawan diduga menyalahgunakan dana kredit tersebut.
Akibat tindakan para tersangka, negara mengalami kerugian mencapai Rp 692 miliar akibat kredit macet yang diberikan kepada PT Sritex.
Pemeriksaan Iwan Kurniawan merupakan bagian dari upaya Kejagung untuk mengungkap secara menyeluruh kasus dugaan korupsi ini. Penyidik berfokus pada peran masing-masing pihak dalam rangkaian peristiwa pemberian kredit dan kerugian negara yang ditimbulkan.
Kejagung memastikan akan terus melakukan investigasi secara komprehensif untuk memastikan keadilan terwujud dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Proses hukum yang sedang berjalan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses menjadi kunci penting dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.
Dengan pemeriksaan yang intensif dan detail, diharapkan kasus ini dapat segera diselesaikan dan menjadi pembelajaran berharga untuk pengelolaan keuangan perusahaan dan pengawasan perbankan di masa depan. Kejelasan hukum dalam kasus ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah praktik korupsi serupa di masa mendatang.
