Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah, menyatakan keprihatinan dan kemarahannya atas terungkapnya pesta gay di Puncak, Bogor.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.
Desakan Usut Tuntas Penyelenggara Pesta Gay Puncak
Abdullah menekankan pentingnya mengungkap jaringan di balik pesta tersebut, bukan hanya menangkap peserta di lokasi.
Ia meminta polisi untuk menelusuri penyelenggara dan jaringan komunikasi mereka.
Tindakan tegas dinilai perlu untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sinergi Aparat dan Pemerintah dalam Penanggulangan Penyimpangan Seksual
Abdullah menyoroti perlunya sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga pemerintah terkait.
Kerjasama ini penting untuk memberantas praktik-praktik penyimpangan seksual yang meresahkan masyarakat.
Ia menyebut perilaku seperti ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman terhadap ketertiban umum dan kesehatan masyarakat.
Dampak Pesta Gay dan Langkah Pencegahan ke Depan
Dari 75 orang yang diperiksa, 30 dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.
Sebagian besar peserta bukan berasal dari Bogor, melainkan daerah sekitarnya.
Abdullah mendorong kepolisian untuk menelusuri semua pihak yang terlibat dan menuntut agar proses hukum berjalan tanpa kompromi.
Kasus ini, menurutnya, harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk meningkatkan pencegahan dan razia terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan aktivitas seksual menyimpang.
Pencegahan yang gencar dan penindakan tegas terhadap para pelaku menjadi kunci agar kasus serupa tidak terulang.
Kasus pesta gay di Puncak ini menjadi pengingat akan pentingnya penegakan hukum yang adil dan menyeluruh, serta upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari ancaman kesehatan dan ketertiban umum.





