Dua adik Habib Bahar bin Smith menjadi korban pencabulan dan pengeroyokan di sebuah kontrakan di Pamulang, Tangerang Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari, 16 Juni 2024, ini telah membuat gempar dan memicu kemarahan dari keluarga korban.
Kedua pelaku, EKK dan YLK, telah berhasil ditangkap pihak kepolisian. Kasus ini pun kini tengah dalam penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh fakta dan motif di balik aksi keji tersebut.
Kronologi Pencabulan dan Pengeroyokan
Kejadian bermula ketika EKK melakukan pencabulan terhadap salah satu korban, S. Teriakan S membuat kakaknya, Z, langsung datang menolong.
Melihat adiknya dicabuli, Z langsung berupaya menghentikan EKK. Perkelahian pun tak terhindarkan.
Z mengejar EKK hingga ke rumahnya. Di sana, ia bertemu dengan YLK yang turut menyerang Z dengan pisau. Z mengalami luka robek di tangan akibat berusaha menangkis serangan pisau tersebut.
Penangkapan Pelaku dan Pengembangan Kasus
EKK ditangkap pada Senin, 16 Juni 2024, pukul 03.00 WIB di Pamulang. YLK ditangkap di lokasi terpisah pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB di Jakarta Timur.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku saat menyerang korban. Proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara tuntas motif dan detail kejadian.
Kepolisian memastikan akan mengusut kasus ini secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada pencabulan dan pengeroyokan, namun juga akan menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Reaksi Habib Bahar bin Smith dan Kuasa Hukum
Habib Bahar bin Smith, sebagai kakak dari korban, merasa sangat marah dan terpukul atas kejadian ini. Ia menunjukkan kemarahan yang luar biasa atas pencabulan yang dialami adik perempuannya.
Kuasa hukum korban, Ichwan Tuankotta, menggambarkan kemarahan Habib Bahar yang sangat intens. Bahkan, Habib Bahar disebut sempat ngamuk di Polres saat membuat laporan polisi.
Selain kemarahan atas pencabulan terhadap adik perempuannya, Habib Bahar juga geram karena adik laki-lakinya mengalami penyerangan dengan pisau. Namun, fokus kemarahannya lebih tertuju pada perlindungan marwah adik perempuannya.
Pihak kepolisian dan kuasa hukum korban berkomitmen untuk memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. Keadilan bagi para korban menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini.
Kasus pencabulan dan pengeroyokan ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Peristiwa ini juga menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih waspada dan melindungi diri serta keluarga dari kejahatan serupa. Keadilan dan kearifan hukum diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi keluarga korban yang sedang berduka.





