Gibran Wapres? Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Mengerikan

Gibran Wapres? Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Mengerikan
Sumber: Suara.com

Di tengah perdebatan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digulirkan Forum Purnawirawan Prajurit TNI di MPR/DPR, muncul sorotan tajam terhadap kapasitas Gibran sebagai pemimpin. Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti, Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI, mengungkap keraguannya terhadap kesiapan Gibran mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Melalui siniar di kanal YouTubenya pada 28 Juni 2025, Ikrar menjabarkan sejumlah alasan yang mempertanyakan kemampuan Gibran menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden. Analisisnya menarik perhatian karena menguak potensi keretakan koalisi dan menilai peran Gibran dalam kemenangan Prabowo di Pilpres 2024.

Keraguan atas Kemampuan Gibran sebagai Wakil Presiden

Ikrar memulai analisisnya dengan membahas faktor-faktor yang dapat memicu perpecahan dalam koalisi politik. Ia menyinggung peran penting mantan Presiden Jokowi dalam mengantarkan Prabowo dan Gibran meraih kemenangan di Pilpres 2024.

Menurut Ikrar, Prabowo mungkin melihat Gibran sebagai aset politik yang dapat membantunya meraih kursi kepresidenan. Namun, kenyataannya setelah menjabat, Prabowo tampaknya menemukan ketidaksesuaian kapasitas Gibran sebagai wakil presiden.

Kemampuan Berpidato dan Penampilan Publik Gibran

Salah satu kelemahan Gibran yang disoroti Ikrar adalah kemampuan berpidato. Ia menilai Gibran belum mampu memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemimpin.

Sebagai contoh, Ikrar menyebutkan acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VII Korpri 2024 yang dihadiri Gibran. Setelah memukul gong, Gibran langsung meninggalkan acara tanpa memberikan sambutan, sebuah kesempatan yang seharusnya dimanfaatkan untuk menunjukkan kepemimpinan.

Perbandingan Kinerja Gibran Sebelum dan Sesudah Pilpres

Ikrar membandingkan penampilan Gibran selama masa kampanye Pilpres 2024 dengan penampilannya setelah menjadi Wakil Presiden. Ia menilai terdapat perbedaan signifikan.

Selama kampanye, Gibran dikenal dengan pernyataan-pernyataan yang kuat dan serangan politik terhadap lawan politiknya. Namun, setelah menjabat, penampilan dan kinerjanya dinilai jauh berbeda.

Janji Kampanye dan Realitas di Lapangan

Ikrar juga mengkritik ketidaksesuaian antara janji kampanye Gibran dengan realitas di lapangan. Gibran menjanjikan akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Namun, berdasarkan data Bank Dunia, angka kemiskinan di Indonesia justru meningkat setelah Prabowo-Gibran dilantik. Selain itu, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Hal ini menunjukkan ketidakmampuan Gibran dalam memenuhi janji kampanyenya terkait penyerapan tenaga kerja. Kondisi perekonomian yang memburuk semakin memperkuat keraguan terhadap kapasitas Gibran sebagai pemimpin.

Analisis Ikrar Nusa Bhakti mengenai kapasitas Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden menunjukkan adanya perbedaan antara ekspektasi dan realita. Kemampuan berpidato, penampilan publik, serta kesenjangan antara janji kampanye dan kinerja pemerintahan menjadi sorotan penting. Pernyataan Ikrar ini menambah dinamika perdebatan seputar pemakzulan Gibran dan mempertanyakan kepemimpinannya di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *