Hubungan AS-Rusia Memanas: Dubes AS Tinggalkan Moskwa

Hubungan AS-Rusia Memanas: Dubes AS Tinggalkan Moskwa
Sumber: Kompas.com

Dutabesar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, Lynne Tracy, telah meninggalkan Moskow. Kepergiannya menandai berakhirnya masa tugasnya selama dua setengah tahun dan meninggalkan Washington tanpa utusan utama di Rusia. Situasi ini mencerminkan hubungan diplomatik yang memburuk antara kedua negara, yang telah lama terganggu oleh pembatasan dan pengusiran diplomat saling timbal balik.

Kondisi ini semakin diperparah oleh kurangnya kesediaan Washington, menurut pemerintah Rusia, untuk memulihkan fungsi normal kedutaan masing-masing. Ketegangan ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, menciptakan hambatan signifikan dalam komunikasi dan kerjasama bilateral.

Kepergian Dubes Tracy dan Dampaknya pada Hubungan AS-Rusia

Lynne Tracy, seorang perempuan pertama yang menjabat sebagai Dubes AS untuk Rusia, telah menyelesaikan masa tugasnya. Penunjukannya oleh Presiden Joe Biden pada awalnya membawa harapan untuk perbaikan hubungan. Namun, kepergiannya tanpa pengganti yang segera ditunjuk semakin memperdalam kekhawatiran akan semakin memburuknya hubungan bilateral.

Presiden Donald Trump, yang menggantikan Biden, belum menunjuk pengganti Tracy. Meskipun Trump telah berupaya membuka kembali komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk melalui beberapa percakapan telepon, hubungan tersebut tetap rapuh dan penuh tantangan.

Pergeseran Kebijakan Luar Negeri dan Ketegangan yang Berkelanjutan

Trump telah menerapkan pendekatan berbeda dalam kebijakan luar negerinya dibandingkan pendahulunya. Ia berupaya memperbaiki hubungan dengan Rusia. Namun, kecemasan tetap ada, khususnya mengenai perang di Ukraina yang terus berlanjut.

Kremlin secara berulang kali menuduh AS menghambat operasi misi diplomatik. Tuduhan ini diulang kembali pada Rabu, 25 Juni 2025, menunjukkan kurangnya kemajuan dalam menormalkan hubungan. Ketidaksepakatan mengenai konflik Ukraina menjadi penghalang utama dalam upaya pemulihan hubungan.

Masa Depan Hubungan AS-Rusia di Bawah Pemerintahan Trump

Meskipun terdapat upaya komunikasi antara Trump dan Putin, hubungan antara kedua pemimpin negara tersebut dikabarkan mulai tegang. Kekecewaan Trump atas kelanjutan serangan militer Rusia di Ukraina, yang telah berlangsung selama tiga tahun, tampaknya menjadi faktor utama dalam ketegangan ini.

Rusia terus menolak seruan gencatan senjata tanpa syarat, sementara Putin menuntut penyerahan wilayah Ukraina dan melancarkan serangan militer menggunakan rudal dan drone. Situasi ini menunjukkan bahwa perbaikan hubungan AS-Rusia masih jauh dari jangkauan, dan masa depan hubungan kedua negara tampaknya akan tetap penuh tantangan.

Dubes Tracy, dalam pernyataan perpisahannya, mengungkapkan kebanggaannya atas penugasannya di Moskow meskipun dalam situasi yang penuh tantangan. Ia bahkan mengutip puisi karya Alexander Pushkin, sebuah gestur yang mencerminkan usaha untuk membangun hubungan, meski kenyataannya situasi jauh dari ideal. Kepergiannya meninggalkan pertanyaan besar mengenai bagaimana pemerintahan Trump akan menavigasi hubungan yang kompleks dan tegang ini ke depan. Masa depan hubungan AS-Rusia tetap tidak pasti dan bergantung pada bagaimana kedua negara akan mengatasi perbedaan mendasar mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *