Ibu Najah Cemas, Anak di Iran Hilang Kontak?

Ibu Najah Cemas, Anak di Iran Hilang Kontak?
Sumber: Kompas.com

Ketegangan militer antara Israel dan Iran yang meningkat tajam pada pertengahan Juni 2025, menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut. Eskalasi konflik yang melibatkan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran, memicu evakuasi besar-besaran, termasuk puluhan WNI yang akhirnya dipulangkan ke tanah air.

Salah satu WNI yang dievakuasi adalah Haura, mahasiswi yang kisahnya menyoroti kecemasan keluarga di tengah sulitnya komunikasi saat konflik berlangsung. Kisah sang ibu, Najah, menggambarkan perasaan banyak keluarga WNI yang menunggu kepulangan sanak saudara mereka dari Iran.

Deg-degannya Ibu Najah Menunggu Kepulangan Putri dari Iran

Najah, ibunda Haura, mengungkapkan rasa cemasnya saat ketegangan militer di Iran meningkat. Meskipun percaya pemerintah Iran mampu menjaga keamanan warganya, Najah tetap khawatir akan keselamatan putrinya.

Kecemasan Najah semakin bertambah karena komunikasi dengan Haura sempat terputus. Akses ke aplikasi pesan instan populer seperti WhatsApp dan Instagram dibatasi.

Mereka hanya bisa berkomunikasi melalui aplikasi IMO, sebuah aplikasi pesan instan yang memungkinkan panggilan video dan suara, serta pengiriman pesan teks dan berbagi file. Namun, aplikasi ini pun tidak sepenuhnya menjamin komunikasi yang lancar.

Kesulitan Komunikasi dan Rasa Khawatir yang Membayangi

Najah mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Haura. Pesan WhatsApp yang hanya menunjukkan satu centang membuat Najah semakin cemas.

Ia khawatir akan adanya penyadapan atau gangguan komunikasi lainnya. Oleh karena itu, komunikasi yang dilakukan pun dijaga agar tidak terlalu detail.

Kekhawatiran Najah baru mereda setelah Haura tiba di Azerbaijan, negara transit dalam proses evakuasi. Di sanalah komunikasi kembali lancar, membawa kelegaan bagi Najah dan keluarganya.

Evakuasi 48 WNI dari Iran dan Proses Kepulangan yang Mengharukan

Sebanyak 48 WNI berhasil dievakuasi dari Iran dan tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam, 25 Juni 2025. Mereka tiba menggunakan pesawat komersial Turkish Airlines.

Proses kepulangan mereka tidaklah mudah. Para WNI harus melewati serangkaian pemeriksaan dokumen perjalanan di imigrasi dan bea cukai, sehingga baru bisa keluar bandara sekitar dua jam setelah mendarat.

Meskipun tampak lelah, wajah bahagia terpancar dari para WNI yang akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Momen haru pun tercipta saat mereka berpelukan di bandara.

Evakuasi ini dilakukan menyusul eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang melibatkan serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran dan serangan balasan dari Iran ke pangkalan militer AS di Qatar. Konflik ini berawal dari serangan Israel ke Iran pada pertengahan Juni 2025.

KBRI di berbagai negara terkait pun menetapkan status siaga I untuk memastikan keselamatan WNI di wilayah tersebut.

Kisah Najah dan Haura merupakan sebuah gambaran kecil dari kesulitan dan kekhawatiran yang dialami banyak keluarga WNI di tengah konflik internasional. Proses evakuasi yang berhasil menunjukkan peran penting pemerintah dalam melindungi warga negaranya di luar negeri, serta mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dan komunikasi yang lancar dalam situasi krisis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *