Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya secara resmi membuka *retreat* gelombang kedua bagi para kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan komitmen para kepala daerah dalam melayani masyarakat. Lebih dari 80 kepala daerah hadir untuk mengikuti kegiatan lima hari tersebut.
Retreat ini menekankan pentingnya kebersamaan dan rasa bangga dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Wamendagri berharap kegiatan ini mampu meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Penguatan Solidaritas dan Pelayanan Publik
Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para kepala daerah yang hadir semakin solid dalam keberagamaan. Mereka didorong untuk semakin bangga menjadi abdi negara yang melayani seluruh rakyat Indonesia.
Retreat ini dirancang untuk memastikan para kepala daerah menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal. Sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi fokus utama dalam agenda tersebut.
Implementasi Program Nasional dan Peran IPDN
Para kepala daerah juga dibekali pemahaman mendalam mengenai program-program nasional unggulan. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan dan mengakselerasi program-program tersebut di daerah masing-masing.
IPDN dipilih sebagai lokasi *retreat* karena perannya sebagai lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak abdi negara. Dengan lebih dari 34.800 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, IPDN memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik. Kampus ini telah mencetak para Praja yang siap melayani warga negara.
Peran Praja IPDN dalam Retreat
Para Praja IPDN turut terlibat aktif dalam kegiatan *retreat* ini. Mereka telah disiapkan untuk menjadi bagian dari masyarakat dan fokus pada kepentingan warga.
Hal ini sejalan dengan semangat pengabdian dan pelayanan yang menjadi landasan Kementerian Dalam Negeri dalam menyelenggarakan *retreat* ini. Tujuannya agar para kepala daerah dan Praja memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam melayani masyarakat.
Kehadiran Kepala Daerah dan Kendala
Sebanyak 86 kepala daerah dari total 93 yang terdaftar mengikuti *retreat* gelombang kedua ini. Tujuh kepala daerah tidak hadir karena berbagai alasan, enam di antaranya karena masalah kesehatan.
Satu kepala daerah lainnya, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, berhalangan hadir karena duka cita atas meninggalnya ibunya. *Retreat* ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 22 hingga 26 Juni 2025.
Para peserta *retreat* diharapkan dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan komitmen yang kuat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Indonesia. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta pemerintahan yang lebih baik dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.





