Dua pesawat Saudi Airlines yang membawa jemaah haji mengalami insiden ancaman bom pada pertengahan Juni 2025. Kejadian ini menimbulkan kepanikan, namun beruntung tidak ada korban jiwa. Kedua pesawat, dengan nomor penerbangan SV 5276 (rute Jeddah-Jakarta) dan SVA 5688 (rute Jeddah-Surabaya), terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan. Penyelidikan intensif pun dilakukan untuk memastikan keamanan dan mengungkap asal muasal ancaman.
Ancaman Bom di Pesawat SV 5276 Rute Jeddah-Jakarta
Ancaman bom terhadap pesawat SV 5276 pertama kali terdeteksi pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 07.30 WIB. Sebuah email anonim berisi ancaman untuk meledakkan pesawat yang membawa 442 jemaah haji kloter 12 JKS.
Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB. Proses evakuasi 442 penumpang dilakukan dengan aman dan terkendali.
Penyelidikan dan Hasilnya
Setelah mendarat, tim penjinak bom (jibom) dari TNI dan Polri langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat.
Meskipun demikian, pemeriksaan terhadap barang bawaan jemaah haji tetap dilakukan secara intensif. Kepolisian menyatakan bahwa pesawat dinyatakan aman dan steril dari ancaman bom.
Ancaman Bom di Pesawat SVA 5688 Rute Jeddah-Surabaya
Insiden serupa terjadi pada pesawat SVA 5688 rute Jeddah-Surabaya pada Sabtu, 21 Juni 2025. Ancaman kali ini disampaikan melalui komunikasi suara lewat VPN radio telescope.
AirNav Indonesia di Jakarta mendeteksi ancaman tersebut dan segera meneruskannya ke Air Traffic Control (ATC) Kuala Lumpur sebelum disampaikan ke pilot.
Pendaratan Darurat dan Penyelidikan
Pesawat SVA 5688 pun melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu sekitar pukul 09.30 WIB. Seluruh 376 penumpang dan 11 kru dievakuasi dengan selamat.
Tim gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait langsung melakukan penyisiran menyeluruh. Hasilnya, sama seperti insiden sebelumnya, tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan peledak.
Pesawat Dinyatakan Aman dan Melanjutkan Perjalanan
Setelah dinyatakan aman, pesawat SVA 5688 melanjutkan penerbangan ke Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu pagi pukul 04.19 WIB. Kejadian ini menunjukan kesigapan tim keamanan dalam menangani situasi darurat.
Kesimpulan dan Refleksi
Kedua insiden ancaman bom terhadap pesawat Saudi Airlines ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan kesigapan dalam menghadapi ancaman terorisme. Respon cepat dan kerja sama yang solid antar instansi terkait terbukti mampu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun ancaman bom tidak terbukti, peristiwa ini menjadi momentum untuk meningkatkan sistem keamanan penerbangan dan deteksi dini ancaman teror. Keberhasilan evakuasi dan sterilisasi kedua pesawat menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menangani situasi darurat sejenis. Semoga ke depannya, sistem keamanan penerbangan nasional dapat ditingkatkan lagi untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang.





